Mei 15, 2009

Elegi Perbincangan Matematika

Matematika: “Wahai kalian para tamuku, terima kasih atas kedatangannya, mari kita berbincang-bincang saling bertukar ilmu.”

Segitiga: “Bolehkah saya mengutarakan pendapat sata duluan?”

Matematika: “Silahkan.. Semuanya dengarkan segi tiga yang ingin berbicara.”

Segi tiga: “Hai kalian para segi banyak, lihatlah aku, aku begitu hebat, aku bisa berubah menjadi apapun yang aku mau. Bila aku sepasang aku bisa menjadi segi empat. Bila aku bergabung bersama lima kawanku segitiga lainnya aku bisa menjadi segilima, bila aku berenam dengan kawanku segitiga lainnya aku menjadi segi enam, dan aku bisa menjadi segi-segi lainnya bersama kawanku segitiga lainnya.”

Matematika: “Wahai segitiga, janganlah engkau menyombongkan dirimu, kamupun sebenarnya tak lebih hebat dari yang lainnya, sebenarnya kamu itu hanyalah garis-garis yang saling berkaitan. Tanpa garis maka kau tiada. Segi lain pun juga sama, terbentuk dari garis-garis yang saling berkaitan.”

Garis: “Yah, itulah aku, aku begitu hebatnya, tanpa aku para bangun datar tak ada, bangun ruang tak ada, apalagi hanya kau segitiga, kau itu hanyalah aku yang bergabung dan saling berhubungan dengan teman garisku lainnya. Betapa hebatnya diriku ini.”

Matematika: “Garis, baru saja aku menegur kesombongan segitiga, kenapa engkau sekarang yang menyombongkan dirimu sendiri, kaupun sebenarnya tak sehebat keliatannya tanpa adanya titik. Kau hanyalah titik yang saling berkumpul dan berdekatan.”

Segi tiga: “Hahaha… Garis ternyata kau tak lebih hebat tanpa titik, padahal kau tahu sendiri titik itu apa?? Hahahaha… Betapa memalukannya dirimu kalah dengan titik, padahal kau berkali lipat dari titik.”

Matematika: “Segitiga, kaupun sebenarnya tak lebih hebat tanpa adanya titik, apa kau belum paham apa yang aku jelaskan padamu barusan? Kau adalah terbentuk dari garis-garis. Berarti kaupun juga sama lemahnya dengan garis, tak ada tanpa adanya titik. Titik apakah kau juga akan menyombongkan dirimu?”

Titik: “Matematika yang kuhormati, aku tak mau menyombongkan diriku, aku memang sangat penting, dan akupun tahu aku digunakan oleh siapa saja, tapi jika aku sendiri aku hanyalah titik yang tak berguna. Aku sangatlah bangga apabila aku digunakan oleh siapapun.”

Matematika: “Bagus titik, itulah yang ingin aku dengarkan, kalian semuanya sebenarnya sangat hebat apabila kalian saling bekerja sama dan saling mendukung. Sekian perbincangan hari ini, kita lanjutkan lagi lain waktu. Terima kasih atas kedatangan kalian”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar